Angka, Reka, dan Orangtua

 In Ulasan

“Orang tua mengijinkan anaknya untuk menjadi apapun, kecuali menjadi dirinya sendiri.”

Kutipan terjemahan tersebut terlontar melalui karya stensil seniman jalanan fenomenal di era 2000, Banksy, di jalanan kota New York. Kalimat tersebut dirasa benar, terlebih bagi siapapun remaja yang ingin menggariskan mimpinya sedari dini, kadang harus siap berbenturan dengan pakem yang dibuat oleh orang tua mereka. Tapi apakah yang orang tua pilih adalah hal yang terbaik untuk anaknya? Lalu apakah ada harapan dan doa yang dipanjatkan orang tua selaras dengan cita-cita besar yang diimpikan anaknya? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah sebuah refleksi dari karya berjudul ‘53235’ buatan Nida Aulia Azzahro dan Eki Afriza Haybi pada saat Festival Jakarta 32ºC 2016 kemarin.

Nida Aulia Azzahro dan Eki Afriza Haybi adalah duo seniman yang juga mahasiswa aktif di jurusan desain grafis Politeknik Negeri Jakata (PNJ) angkatan 2015. Mereka berdua merupakan salah satu dari 10 perupa yang meraih penghargaan karya terbaik di Festival Jakarta 32ºC 2016 kemarin. Karya mereka yang berjudul ‘53235’ (2016) menampilkan serangkaian ilustrasi, fotografi, dan juga video yang merepresentasikan harapan orang tua mereka. Dari keseluruhan objek karya, terdapat 36 karya berbingkai, 2 video kanal tunggal, serta 2 wheat paste berskala 1:1 dengan tubuh mereka.

Lewat karyanya, Nida dan Eki mencoba memunculkan kembali memori serta harapan yang sempat ataupun belum diungkapkan oleh kedua orang tua mereka. Karya berjudul ‘53235’ merupakan kunci dari rangkaian karya mereka, yaitu lima gambar buatan masing-masing orang tua mereka tentang ingatan keduanya akan masa kecil keduanya. Selain itu terdapat lima buah foto yang menunjukan masa kecil mereka masing masing. Sisanya terdapat 8 bingkai, enam bingkai berisi sajak dan dua bingkai yang sengaja dikosongkan untuk merepresentasikan harapan mereka akan masa depan keduanya.

Nida dan Eki berusaha melaraskan segala garisan hidup yang masing-masing dari mereka bentuk untuk kemudian dikorelasikan dengan curhatan, harapan, serta impian orang tua mereka akan masa depan anaknya. Dari sini, kita bisa melihat bahwa sesungguhnya cara berpikir seorang anak dalam melihat sesuatu sebenarnya tidak jauh dari nilai-nilai yang dibentuk di dalam keluarga, khususnya orang tua. Dan itu adalah rumusan keduanya, Nida dan Eki, untuk kemudian berkarya dan menjalani hidup.

 

Izzudin Jundi Robbani

Foto: Jakarta 32ºC

Recommended Posts

Leave a Comment

Kontak Kami

Segera dibalas ya...

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

X