Beri Cinta Ruang

 In Ulasan

Di ‘Hari Kasih Sayang’ ini mari kita ingat bahwa cinta adalah percikan yang timbul karena adanya pergesekan dan tegangan emosionil sesama makhluk hidup. All we need is love, menurut John Lennon, love is all we need. Kita membutuhkan cinta, tetapi kita juga harus memberi cinta. Di waktu tertentu, ketimbang mengasihi, kita malah butuh dikasihi. Terkadang bukan cinta lagi yang menang, tapi ego, terutama di waktu ‘pergesekan’ dan ‘tegangan’ itu muncul secara berlebihan: salah satunya jam sibuk kereta. Karya video ‘Maaf, Saya Perempuan’ milih Sonya Annasha, memperlihatkan apa yang terjadi saat ‘tegangan’ muncul secara berlebihan.

Sonya Annasha Bonita ialah mahasiswi jurnalistik Politeknik Negeri Jakata (PNJ) angkatan 2014. Di Festival Karya Mahasiswa Jakarta 32C 2016 kemarin, ia menjadi salah satu dari 10 perupa yang meraih penghargaan karya terbaik. Karya videonya yang berjudul ‘Maaf, Saya Perempuan’ (2016) menampilkan tingkah laku ‘ganas’ para perempuan ketika menaiki gerbong kereta khusus wanita (selanjutnya mari kita singkat saja ‘gerbong khusus wanita’ menjadi GKW).

Sebagai seorang mahasiswi yang mobilitasnya banyak menggunakan kereta, Sonya ingin mempertontonkan fenomena yang berseberangan dengan anggapan umum tentang perempuan. Di momen tertentu, pribadi perempuan yang halus, lembut, dan santun itu tidak selamanya benar. Kita bisa menyaksikan egoisme, tindakan-tindakan yang cenderung memaksa, bahkan kasar, oleh sesama perempuan pengguna GKW. Terutama di waktu sibuk atau biasa kita sebut ‘rush hour’.

 

1

 

Sonya juga mempertanyakan posisi GKW yang berada di kedua ujung kereta (dekat masinis). Menurutnya, posisi itu tidak menguntungkan ketimbang gerbong-gerbong di bagian tengah. Apalagi gerbong dekat masinis (gerbong terdepan). Ketika masinis mendadak ngerem atau maju, para perempuan di gerbong terdepan kena tegangan yang lebih besar. Sehingga: apa-apa kena duluan.

Proses pendokumentasian dilakukan oleh Sonya selama hampir seminggu. Lokasi yang dipilih olehnya adalah Stasiun Tanah Abang. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun tersibuk karena menjadi stasiun transit. Stasiun ini juga berdekatan dengan salah satu pusat perdagangan terbesar. Pengguna keretanya itu pasti para pekerja dan orang-orang yang pulang sehabis belanja bahan dari Pasar Tanah Abang. Satu hal yang menarik adalah Stasiun Tanah Abang bukan jalur keseharian Sonya. Stasiun transitnya hanya sampai Stasiun Manggarai, tidak sampai Tanah Abang. Sonya seorang mahasiswi jurnalis, di sini kita dapat melihat kebiasaannya sebagai seorang jurnalis dengan merekam sebuah kejadian, yaitu dengan ngulik-ngulik informasi, mengumpulkan data dan rela terjun ke lapangan.

 

2

 

Karya yang ditampilkan di pameran kemarin tidak hanya video. Sonya juga membuat ruang simulasi dengan memasang gagang/pegangan tangan yang ada di setiap gerbong kereta, sehingga, audiens seakan berada di dalam gerbong kereta melihat kerusuhan dan merasakan kepenatan GKW di waktu-waktu sibuk. Di sini Sonya sedang bereksperimen atau coba-coba dalam membuat karya. Selama proses pendokumentasian, keahlian Sonya yang muncul adalah keahlian jurnalisme, dan dengan membuat ruang simulasi ini ia bertindak sebagai perupa muda yang ingin ‘melengkapi’ data atau temuan-temuannya menjadi karya seni rupa. ‘Maaf, Saya Perempuan’ merupakan cerminan seorang pengguna kereta, mahasiswi jurnalistik dan seorang perempuan.

 

Screen Shot 2017-02-14 at 19.40.12Sonya Annasha Bonita, biasa dipanggil Sonya, lahir di Jakarta, 17 Juni 1996. Kuliah jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta. Sebagai mahasiswi jurnalistik, ia banyak melakukan riset lapangan dan memperhatikan perilaku manusia, lalu mengolahnya menjadi karya tulis baik untuk tugas ataupun sekedar unggahan blog. Ia juga mengikuti komunitas perkusi di kampus untuk mengisi waktu luang.

Ibrahim Soetomo
Jika kamu membaca ini, ketahuilah bahwa tulisan ini milik Ibrahim Soetomo, seorang mahasiswa Seni Murni Institut Kesenian Jakarta. Menjuluki dirinya sendiri ‘seniman tekstuil’, ia gemar mengarungi keajaiban dunia penulisan: Fluxus event score, sajak dan baru-baru ini penulisan seni rupa. Jika kamu membaca ini, pastikan kamu menyimak akun instagramnya, @ibambaik.
Recommended Posts

Leave a Comment

Kontak Kami

Segera dibalas ya...

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search