Forum sebagai Sarana Bertukar Pikiran secara Bebas

 In Ulasan

Jumat lalu (21/4), Polimedia Negeri Jakarta mengadakan pameran karya bertajuk ‘Pengennya Si…’. Katakanlah format pameran ini seperti ‘arisan’ yang digagas oleh Forum Mahasiswa Seni dan Desain (FMSD) Jabodetabek, dan tahun ini, kampus Polimedia terpilih sebagai tuan rumahnya. ‘Pengennya Si…’ diselenggarakan 2 hari dan terdiri dari kegiatan lokakarya, diskusi dan bazaar, serta ditutup dengan pertunjukan musik oleh band dari beberapa kampus yang ikut serta dalam pameran.

Jauh satu tahun yang lalu di hari yang sama, Jumat 27 Mei 2016, merupakan awal mula FMSD terbentuk secara resmi dan membuahkan sebuah pameran perdana bertajuk ‘Gundah Kelana’ di Galeri Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Menariknya, FMSD ini merupakan sekumpulan dari berbagai kampus seni & desain Jabodetabek yang digagas oleh mahasiswa IKJ selaku tuan rumah penyelenggaraan perdana ‘pameran arisan’ ini.

Pameran berjalan ramai dan menampilkan berbagai macam medium artistik di setiap sudut galeri, canda tawa tongkrongan ala mahasiswa terdengar begitu ramai di pelatarannya, ada pun hiburan dangdut gerobak yang hadir sebagai pelumas persahabatan antar mahasiswa. Melihat hal ini, mungkin beberapa mahasiswa seni & desain pernah mendengar tentang Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia (KMDGI), yang juga merupakan acara 2 tahunan sejak tahun 1993, serta memiliki anggota kurang lebih 30 kampus negeri maupun swasta. Formatnya pun serupa, ada kampus tuan rumah sebagai penyelenggara, dan kampus-kampus lainnya sebagai delegasi. Tuan rumah berhak penuh menentukan isu dan konsep penyelenggaraannya. Sistem penentuan tuan rumah biasanya dilakukan di hari terakhir pelaksanaan acara melalui forum yang berisikan seluruh delegasi kampus untuk memilih nama kampus yang akan menjadi tuan rumah selanjutnya. Mungkin, KMDGI menjadi format acuan terbentuknya FMSD, yang juga berawal dari perkenalan setiap delegasi kampus asal Jabodetabek saat KMDGI 11 diadakan di Institut Seni Indonesia, Denpasar, Bali, 11-14 November 2015 silam.

Berbicara tentang tema, kedua pameran ‘Gundah Kelana’ dan ‘Pengennya Si…’ masih membahas hal yang serupa, yaitu keresahan dan keluh kesah mahasiswa seni & desain sebagai calon pekerja kreatif lepas maupun industri. Sangat disayangkan, dari kedua pameran ini masih belum ada mahasiswa yang menampilkan tawaran dan temuan baru yang menjadi solusi keresahan tersebut, dan mungkin sudah seharusnya menjadi fokus utama FMSD untuk membahas hal ini melalui pertukaran informasi formal dan informal mengenai budaya antar kampus.

Satu hal yang aneh, pameran ini berlangsung hanya 2 hari, yaitu 21-22 April 2017, dikarenakan “gedungnya mau dipake kondangan”. Nyatanya, fenomena ini benar terjadi dan sering terjadi. Salah satu panitia bicara soal seringnya gedung tersebut dipakai untuk keperluan pernikahan tanpa sebelumnya diberitahukan kepada panitia pelaksana. Hal ini dapat terjadi entah karena faktor birokrasi yang rumit, atau alur komunikasi antar mahasiswa dan petinggi kampus yang tidak transparan.

Kasus tersebut bisa menjadi salah satu tujuan pembahasan kritis FMSD sebagai forum mahasiswa seni & desain Jabodetabek. Forum ini pun menjadi dasar yang menarik karena terdiri dari kampus-kampus seni dan desain yang memiliki kesamaan minat. Tetapi kembali pada fungsi forum itu sendiri, yaitu sebagai perhimpunan yang berfungsi untuk menjalin interaksi antar individu dengan beragam kategori pembahasan untuk kepentingan bersama, serta menjadi wadah untuk bertukar pikiran secara bebas. Tidak menutup kemungkinan pergerakan ini bisa membuahkan hal-hal besar yang berpengaruh di masa yang akan datang.

Recommended Posts

Leave a Comment

Kontak Kami

Segera dibalas ya...

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

X