Peluncuran Berlipat Ganda Harian Cetak

 In Ulasan

Rabu (17/5), kolektif seni grafis Grafis Huru Hara dan Streetprinting menyelenggarakan peluncuran awal Harian Cetak secara serentak di 3 tempat, yaitu ke:kini, Space: Gallery + Workshop, dan Kolaborato. Peluncuran ini meliputi pameran karya seni grafis, diskusi, lokakarya dan pemutaran film.  Di malam pembukaan, ketiga lokasi peluncuran terhubung secara virtual melalui video call, sehingga pengunjung dapat melihat suasana pameran serta berinteraksi dengan pengunjung di dua tempat lainnya.

Display karya Harian Cetak di ke:kini, Cikini, Jakarta.
Dok: Harian Cetak

Harian Cetak merupakan wadah pertukaran informasi seputar seni grafis berbasis Instagram yang digagas oleh sekelompok seniman dari dua kolektif seni grafis Jakarta, yaitu Grafis Huru Hara dan Streetprinting. Harian Cetak mengusung metode ‘repost berlipat ganda’, sehingga, setiap informasi berupa karya atau hal-hal seputar seni grafis yang diunggah oleh akun Harian Cetak (@hariancetak) diunggah kembali oleh akun lain yang ingin ikut mengunggahnya. Metode ini menyerupai kerja seni grafis, yaitu kemampuannya untuk mencetak karya berlipat ganda. Mengadakan peluncuran di 3 tempat secara serentak dengan pola penyelenggaraan yang sama juga menyerupai pola kerja seni grafis. Bedanya, setiap tempat memiliki atraksi yang berbeda-beda, ada pertunjukan video mapping, ada juga potong tumpeng. Inilah satu kekhasan seni grafis, walaupun dapat dicetak secara banyak, setiap cetakan menyimpan keasliannya sendiri.

Live video call malam peluncuran Harian Cetak di Kolaborato, Bogor.
Dok: Harian Cetak

Peluncuran awal Harian Cetak menampilkan karya-karya seniman grafis yang terlibat di Harian Cetak, yaitu Amy Zahrawan, Bhakty Tanza, Chuwalid Awaludin, Denis Arham, Geo Ferdias dan Rizki Rizaldi. Karyanya sebagian besar menggunakan teknik sablon dan cukil dengan ukuran kertas rata-rata di bawah 42 x 59.4 cm. Sedikit ada karya yang terhitung baru. Hal ini cukup disayangkan, peluncuran ini, selain untuk mempromosikan Harian Cetak, merupakan ajang mempopulerkan seni grafis kepada publik. Teknik grafis yang dipamerkan harusnya beragam dan ditampikan dengan kemasan informasi yang lengkap. Satu hal yang harus diperhatikan adalah karya-karyanya, jika kita menelusuri akun Instagram @hariancetak, karya-karya yang dipamerkan banyaknya sudah diunggah di akunnya. Sehingga, pameran ini tidak lagi menjadi kejutan. Ada baiknya Harian Cetak memaksimalkan penggunaan akunnya terlebih dahulu. Tetapi, menyelenggarakan peluncuran di 3 tempat secara serentak dan terhubung secara virtual merupakan gagasan yang segar. Ini merupakan bentuk jejaring yang mulai dipraktikkan.

Pameran Harian Cetak di Kolaborato, Bogor.
Dok: Harian Cetak

Peluncuran awal Harian Cetak merupakan batu loncatan untuk aksi-aksi berikutnya. Langkah selanjutnya adalah memantapkan fokusnya sebagai wadah pertukaran informasi mengenai seni grafis. Selain menggunggah kembali karya-karya seni grafis, banyak konten yang bisa diolah; arsip seni grafis contohnya. Harian Cetak juga harus menyadari ruang bermainnya, yaitu Instagram. Seperti yang sudah disebut sebelumnya, Harian Cetak baiknya memaksimalkan penggunaan media sosial ketimbang kembali lagi ke konvensi fisik, yaitu galeri atau ruang pamer lainnya. Media sosial merupakan ruang yang jauh lebih mampu untuk melipatgandakan informasi. Aksesnya pun mudah. Segala bentuk pertukaran informasi, publikasi karya grafis, serta jejaring antar kolektif seni grafis bisa dilakukan di ruang ini. Jangan sampai Harian Cetak kewalahan karena usaha yang tidak diperlukan dengan dampak yang tidak begitu signifikan.

Recent Posts

Leave a Comment

Kontak Kami

Segera dibalas ya...

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

X