Street Dealin Festival XI: Panjang Umur Pertemanan

 In Ulasan

Saya merasa Garduhouse berhutang banyak pada teman-teman dan kolega-kolega perihal pertemanan dan mutualisme, dan ini harus dibayar tuntas dengan program dan kerjasama di lain proyek atau bahkan di festival mendatang.

Tepat 12 hari yang lalu Garduhouse telah menyelesaikan rangkaian festival Street Dealin XI. Street Dealin merupakan festival tahunan yang digagas oleh Garduhouse semenjak 2011 silam. Pada awal kemunculannya, Street Dealin hanyalah sebuah art bazaar bagi para street artist — yang merupakan teman dekat kami — untuk menjual apapun termasuk art work, merchandise dan barang dagangan lainnya. Di tahun 2015, Street Dealin berubah format menjadi festival dengan niatan untuk membawa acara ini menjadi besar dan konsisten sampai selanjutnya.

Tahun ini merupakan kali ketiga saya terlibat jauh dalam festival. Banyak yang membuat saya khawatir terutama setelah saya mendapat tugas untuk mengepalai program pameran. Pamerannya menurut saya biasa, yang tidak biasa adalah rangakaian acaranya, yang mana saya harus mengorganisir tiga pameran di tiga galeri berbeda dalam satu rangkaian festival. Gillaaa!!!! Bukan Garduhouse namanya bila tidak menawarkan sesuatu yang gila, (dan sialnya saya menyanggupinya pula.)

Kekhawatiran saya tidak berhenti di situ saja. Teringat di festival sebelumnya kami harus rogoh kocek dan menabung lebih banyak di kemudian hari untuk menutupinya. Kami, setiap kalinya mempersiapkan festival, tidak pernah serius dan cenderung bermain, yang terkadang menjadikan festival ini sebagai program bunuh diri karena setiap tahunnya kami keras kepala untuk tetap mengadakannya. Dengan moto “jangan lemah, kasih abis!” membuat saya yakin festival ini akan tetap berjalan dengan atau tak adanya sponsor yang mendanai festival ini.

Beberapa hari sebelum festival berlangsung, teman-teman dari luar daerah mulai berdatangan untuk membantu kami menjalaninya. Lumayan mengejutkan, mereka hadir karena memang berniat untuk membantu dengan ongkos perjalanan dan akomodasi sendiri. Streat Dealin sangat tidak mungkin kami kerjakan sendiri dengan sumber daya manusia yang terbatas serta segelintir aktivitas masing-masing orang di luar gelaran ini.

Lima program yang akan menjadi konten utama dalam pagelaran Street Dealin XI telah tersusun rapi. Walaupun masih gelagapan dalam menjalankannya, hal ini tidak melemahkan kami untuk tetap melangsungkan semua sesuai dengan rencana awal. Beberapa di antaranya adalah TWO WHEELS; Garduhouse mengangkat kembali proyek di 2012 lalu, yaitu pameran yang berkolaborasi dengan teman-teman komunitas kustom kulture. PARTY COLLECTIVE EXHIBITION; Garduhouse mengundang 17 seniman yang pernah terlibat dalam Street Dealin sebelumnya untuk melangsungkan pameran di 3 galeri berbeda, dengan 2 gagasan artistik yang menitikberatkan pada medium berkarya dan regenerasi dalam skena street art. PAINTING CAMP PROJECT; dengan By Your Run Camp Project yang menjadi contoh di Street Dealin 2016 lalu, proyek menggambar kampung ini akan berlanjut ke beberapa kampung padat. Interaksi antar sesama seniman dan dengan warga sekitar sangat menarik untuk diamati selain dari karya para seniman itu sendiri. BIGBANG; hari puncak keseruan dari acara Street Dealin XI.

Program-program ini tidak mungkin berjalan dengan lancar dan rapi sesuai rencana tanpa adanya teman-teman yang secara sukarela membantu kami. Tanpa reward dan penghargaan yang berarti, mereka tetap bekerja dengan semangat militan meskipun terlihat kelelahan dan kewalahan. Kinerja teman-teman yang membantu membuat kami, Garduhouse, menjadi lebih bersemangat lagi, meskipun masih banyak kopongnya dalam setiap program acara. Menurut saya pribadi, dengan mendatangkan street artist luar Indonesia atau pengunjung yang banyak datang ke Street Dealin bukanlah pencapaian yang utama, meskipun itu merupakan bonus terbesar dari apa yang telah kami kerjakan bersama teman-teman.

Pertemanan: Hal utama yang membawa festival bisa berjalan sampai hari ini. Teman-teman yang mau membantu dalam bentuk apapun, baik moril maupun materil, sepertinya menjadi kebanggaan luar biasa bagi Garduhouse dan tidak mungkin terbayar dengan sponsorship sebesar apapun. Yang patut diingat adalah komunitas ini terbangun dengan pertemanan yang menyenangkan. Street art hanyalah melting pot-nya, tanpa membedakan mana yang lebih dahulu terjun di skena ini, atau bahkan dari mana mereka berasal. Jejaring dan pergerakan tentu harus disiasati kembali dengan bumbu konsistensi dan kebanggaan yang harus selalu ada dalam diri. Semoga pertemanan yang terjalin dalam bentuk apapun kali ini akan terus berlanjut dengan atau tanpa level yang berbeda. Seperti yang telah saya kutip di awal, saya pribadi merasa Garduhouse berhutang banyak dengan siapapun di luar sana yang sudah membantu berjalannya Street Dealin XI. Panjang umur pertemanan!!!

Foto: Garduhouse

Recent Posts

Leave a Comment

Kontak Kami

Segera dibalas ya...

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

X