TARKAM 3: ‘ADU CUPANG’ DALAM FASE KETIGA

 In Artikel

Tujuan TARKAM diadakan untuk ketiga kalinya adalah karena potensi karya para peserta tidak akan ada habisnya. Sesi kali ini lebih kepada bincang karya yang telah dihasilkan, karena karya para peserta sudah jadi dan dipamerkan. Maka dari itu, perbincangan sudah tidak melulu tentang konsep karya seperti yang dilakukan di TARKAM 1 dan 2, tapi yang digali adalah teknis, pemasangan (display), plus minus karya dan karya favorit mereka di pameran tahun ini.

TARKAM 3 Jakarta 32C

Para peserta dibagi menjadi beberapa grup. Grup itu disesuaikan dengan kesamaan konsep, teknis dan media karya. Dibentuknya grup-grup dengan kesamaan tersebut memudahkan alur perbincangan, apa yang dibahas tidak terlalu luas. Kami selaku penyelenggara menjadikan sesi ini seperti ajang temu jodoh. Diharapkan dengan dipertemukannya peserta yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap konsep, teknis atau media karya tertentu, akan lahir jaringan atau inisiatif baru.

TARKAM 3 di Gudang SarinahYang banyak diperbincangkan adalah perihal pemasangan karya. Beberapa karya dipasang tidak sesuai harapan. Seperti grup Adit, Alfian dan Annisa, karya mereka yang berjudul ‘Isi Perut Dulu’ menjadi sedikit berubah dari rancangan awal karena kurangnya ruang. Hal yang sama terjadi pada grup Galelo, karya fashion collage dari barang bekas mereka harus berbagi ruang dengan karya duo Eki & Nida (53235), grup Syifa, Deya, Bagas & Gema (Urban Starter Pack) dan Vicky Saputra (serial ilustrasi ‘Pikir’). Kurangnya ruang menyebabkan karya mereka sama-sama kurang nafas.

Sesi semakin hangat ketika perbincangan adalah tentang potensi karya. Kritik dan pertanyaan tentang plus minus karya terlontar dari satu peserta ke peserta lainnya – walaupun tetap merujuk pada segi pemasangan karya. Video dokumenter ‘Maaf, Saya Perempuan’ milik Sonya Annasha, patung logam bekas ‘Las Kasih-an’ milik grup Hilman, Anshor dan Bima, instalasi menyeramkan ‘Baha(g)ya’ milik Felicia dan desain TTS baru ‘Redesigning TTS’ milik Paradiso banyak memicu bincang-bincang menarik.

Moderator dalam TARKAM 3

TARKAM 3 lebih bersifat sharing, sederhana, dengan pertanyaan-pertanyaan yang sederhana pula. Ada satu pertanyaan yang wajib dijawab para peserta yang maju: karya favorit mereka di pameran kali ini. Pertanyaan ini menyenangkan dan kami membutuhkan alasan yang tidak normatif. Kata ‘menarik’, ‘bagus’ atau ‘lucu’ adalah kata yang ilegal, hal ini ditujukan agar peserta memiliki pendapat yang baik dalam menanggapi dan mengkritisi karya orang lain, atau bahkan karya diri sendiri. Kami membutuhkan pendapat tentang karya terbaik dari banyak pihak, salah satunya dari pihak para peserta yang telah sama- sama melalui proses yang serupa. Kami mendapat beberapa nama yang tentu belum bisa kami umumkan sekarang.

TARKAM 3 sayangnya hanya diikuti setengah dari seluruh peserta. Drama ‘adu cupang’ yang kita harapkan lagi-lagi tidak terasa hingga TARKAM kali ini. Namun, kita tidak boleh berkecil hati dan menyalahkan keadaan karena diskusi tentang karya dan wacana berjejaring tidak boleh berhenti sampai di TARKAM 3 ini.

 

Teks: Ibrahim Soetomo

Foto: Abdussalam Dinillah

Editor: Ahmad Fuadillah

 

Recommended Posts

Leave a Comment

Kontak Kami

Segera dibalas ya...

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search