TARKAM A.K.A.P: Padang

 In Catatan

Pada 24-25 Mei 2017, Komplotan Jakarta 32° C bersama Siasat Partikelir menyelenggarakan TARKAM A.K.A.P (Tarung Kampus Antar Kota Antar Provinsi) di 13 kota se-Indonesia: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Lampung, Pekanbaru, Medan, Padang, Palembang, Makassar dan Samarinda. TARKAM A.K.A.P dibagi menjadi 3 sesi, yaitu diskusi di hari pertama, serta lokakarya dan TARKAM di hari kedua.  Acara ini dipandu oleh 13 seniman untuk masing-masing kota.

TARKAM A.K.A.P diharapkan dapat memetakan skena anak muda dan kesenian di kotanya masing-masing. Kami mewawancarai setiap seniman/pemateri di kota kunjungannya, berikut catatan pengalaman mereka.

TARKAM A.K.A.P Padang diadakan di Rimbun Espresso & Brew Bar. Sesi ini dipandu oleh Astri Purnamasari dan sebagian besar diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, dan ISI Padang Panjang, serta teman-teman komunitas Ladang Rupa Bukit Tinggi dan Seni Belanak.

Sesi diskusi di hari Rabu banyak membicarakan kiat menyelenggarakan acara lintas disiplin yang mampu hidup di skena Padang. Kurangnya wadah serta sosialisasi membuat mereka pasif berkegiatan.

Sesi diskusi bersama Astri Purnamasari (kiri).

Sesi lokakarya visual diary dan desain grafis mengajak para peserta bermain di ranah strategi dan konsep. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok menelaah isu-isu terdekat di kotanya. Isu tersebut dijadikan brief untuk ditukar dan dikerjakan oleh kelompok lain.

Salah satu peserta sedang mempresentasikan hasil lokakarya strategi dan konsep dalam desain grafis, Kamis (25/5).

Merasa bermasalah dengan tukang parkir yang selalu meninta uang, kelompok 1 membuat kampanye dengan membuat stiker sebagai alat tukar bagi tukang parkir jika menerima uang dari pengemudi. Kelompok 2 membuat kampanye di billboard yang tidak disewa dengan menyiasati wajah penyewa billboardnya secara provokatif dan menarik. Kelompok 3 melakukan rebranding minum tradisional khas Padang yang tidak terlalu terkenal dengan membuat logo dan kemasan yang ramah agar bisa dibawa menjadi oleh-oleh. Kelompok 4 menyusun strategi platform ‘BIKIN EVENT KREATIF’ sebagai fasilitator mahasiswa-mahasiswa Padang untuk menyelenggarakan acara.

Lanjut sesi TARKAM, secara kekaryaan, para peserta banyak berada di ranah visual dua dimensi dengan teknik dan karakter visual yang menarik. Namun, mereka belum bermain di strategi dan konsep layaknya materi lokakarya. Hal ini mungkin merujuk pada pasifnya mahasiswa dalam mengadakan acara di Padang.

 

Dokumentasi: Komplotan Jakarta 32° C

Recommended Posts

Leave a Comment

Kontak Kami

Segera dibalas ya...

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

X