Yang Muda Membaca Biennale

 In Informasi

Lima pameran biennale digelar di Indonesia dengan jarak yang tak berjauhan. Dimulai dari Jawa Timur yang mengusung tajuk “World Is a Hoax,” kemudian Jogja dengan “Stage of Hopelessness,” setelah itu Jakarta dengan konsep “Jiwa,” lalu dilanjutkan oleh Makassar dengan “Maritim,” dan ditutup oleh Bandung Design Biennale.

Kami berinisiatif untuk melihat wacana kelima biennale dari sudut pandang mahasiswa. Gagasan ini bertujuan untuk memaparkan pandangan-pandangan segar, jujur bahkan spontan dari mahasiswa atau anak muda tentang lima biennale tersebut. Beberapa dari mereka bahkan terlibat di kepanitiaannya, sehingga, dalam kumpulan tulisan ini  terdapat dua sudut pandang; Penulis yang terlibat dalam kepanitiaan pameran cenderung menceritakan pengalaman dan temuannya selama mengikuti pameran, dan  menjadikan keterlibatan ini sebagai titik pijaknya untuk mengenal lebih dalam tentang pameran seni, juga jejaring. Sedangkan penulis yang memosisikan dirinya sebagai penyimak, tanpa terlibat, justru memiliki porsi kritik yang lebih besar. Satu hal yang jelas, para penulis mengutarakan pembacaannya tentang biennale melalui ulasan yang lengkap. Inilah mereka — yang muda — dengan pembacaannya terhadap biennale: Sonya Annasha (Jakarta), Wigy Ramadhan & Nadia Maghrifa (Bandung), Kukuh Hermadi (Yogyakarta), Nabila Warda (Surabaya/Jawa Timur), dan Rafsanjani (Makassar).

Recommended Posts

Leave a Comment

Kontak Kami

Segera dibalas ya...

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

X